Kejurnas Satuan Besar PDBI di Surabaya semrawut !

Kejuaraan satuan besar PDBI yang berlangsung di Surabaya pada tanggal 26 Januari s/d 1 Februari 2009 telah berakhir. Sepanjang awal sampai akhir pelaksanaan kejuaraan ini terlihat semrawut dan tidak terkordinasi dengan baik. Beberapa band peserta kejuaraan ini juga menumpahkan kekesalannya akan pelaksanaan kejuaraan ini melalui email tertulis kepada redaksi. Apa saja isi kekesalan mereka berikut catatannya.

Sebuah kejuaraan seharusnya memperhatikan dengan benar dan detail setiap unsur-unsur kejuaraannya. Semua persiapan akan hari H pelaksanaan haruslah sudah diperhitungkan teknis pelaksanaannya jauh-jauh hari. Kalau Panitia sudah memutuskan membuat kejuaraan A haruslah dengan sungguh-sungguh menyelenggarakan kejuaraan A ini dengan rapih dan terencana. Dari awal sampai akhir pelaksanaan semua harus jujur dan terbuka kepada peserta. Peserta juga akan senang jika tata cara pelaksanaan kejuaraan sesuai yang disepakati saat rapat-rapat sebelumnya. Jangan ada keputusan-keputusan “nyeleneh” yang dibenerkan Panitia dan merugikan peserta lain.

Biasanya masalah kecil pada pelaksanaan kejuaraan selalu saja diabaikan Panitia, Petunjuk pelaksanaan hanya formalitas bingkai pra kejuaraan yang biasanya tidak semuanya terpakai saat pelaksanaan dan pasca lomba. Biasanya kembali panitia lari entah kemana meyelamatkan diri masing-masing. Tidak ada yang mau bertanggung jawab atau memakai kata-kata “tidak tahu” Dan Peserta kebingungan mencari atau kejelasan/menemukan hal-hal yang diperlukan band nya pasca kejuaaraan tersebut. Banyak kejuaraan marching band di tanah air yang selalu mengorbankan peserta dan tidak pernah memikirkan semua peserta dalam bertanding baik dalam hal sekecil apapun. Kadang masalah nya sama dan terus terjadi sepertinya tidak ada yag mengingatkan dan hal tersebut merugikan peserta kembali.

Pada Kejurnas satuan besar PDBI di Surabaya kemarin ada peserta kebingunan mekanisme juara Kategori SD Non Brass, tidak ada pemberitahuan unitnya membawa pulang 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu ?

Kesimpangan siuran kejelasan teknis lomba terjadi baik di antara sesama peserta. Sebuah band dari DIY mengklaim Juara Umum kategori SD Non Brass tapi kategori Juara Umum tidak ada di Juklak. Disini juklak seperti koran, habis dibaca dibuang. Bisa jadi peserta tidak mengerti juklak dan bisa jadi panitia mengabaikan juklak. Sosialisasi yang buruk menjadi kelemahan panitia.

Selasa 27 Januari 2009 jam 23.00 – 01.00 Gladi resik di Stadion Kenjeran ( jadwal yang harusnya buat tidur dipakai untuk GR alhasil membuat pemain ngantuk dan capek apalagi yang baru samapai di Surabaya dari jalan jauh.

Rabu 28 Januari 2009 Gladi Resik dilanjutkan Kirab keliling kota (setelah istirahat tidak cukup diharuskan Kirab dengan jarak yang lumayan membuat beberapa pemain pingsan)

Kamis 29 Januari 2009 Lomba Padarampak, LBB dan LUG (tidak ada kordinasi)

Jumat 30 Januari 2009 Lomba Speedmarch di stadion ITS (tidak ada kordinasi)

Sabtu 31 Januari 2009 Lomba Enduro : Tidak ada kordinasi baik Panitia dan Peserta. Salah satu band yang sudah masuk Finish dipaksa jalan terus. Setelah ditelusuri jurinya tidak tahu letak finishnya hal ini membuat kecapean yang mendalam bagi peserta.

Minggu 01 Februari 2009 Lomba Solo, Penutupan dan Puncak dari kesemrawutan, hasil juara tidak jelas.


Salah satu band dari luar Surabaya menuturkan :
“gak lagideh ada kejurnas, hampir 300 juta kita keluarkan tapi ?????? yang jelas kejurnas menghabiskan uang tidak sehebat yang saya bayangkan”

Selama satu minggu pasaca kejuaraan ini Redaksi meminta konfirmasi langsung hal tersebut kepada panitia, berikut juga hasil kejuaraan ini melalui telepon dan sms ke sekretariat PDBI dan Pengurus PDBI, tapi hasilnya tidak ada, redaksi malah dilempar kesana-kesini tanpa mendapat hasil hanya untuk meminta keterangan yang juara siapa saja.

Pengalaman pahit peserta Kejurnas Satbes PDBI di Surabaya ini patut menjadi renungan bersama. Sudah seharusnya Organisasi/Yayasan/Panitia/Event Organizer bertindak Profesional dalam meyelenggarakan sebuah kejuaraan. Kasihan peserta yang mengeluarkan dana tidak sedikit untuk mengikuti sebuah kejuaraan.

Mari saling mengkoreksi untuk kebaikan pelaksanaan kedepan.

( berita diambil dari http://www.trendmarching.or.id )

Iklan

Satu Tanggapan

  1. seharusnya PDBI tidak plin plan dalam mengambil keputusan……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: